Sabtu, 21 Juli 2012

Kisah Dari Sebuah Rutinitas

Tak terasa sudah 2 bulan saya bekerja di Excellent Infotama Kreasindo. Sebuah rutinitas barupun terjadi. Rutinitas Tangerang - Bekasi, Bekasi - Tangerang. Walaupun tidak setiap hari, namun sebagian besar kegiatan saya di Excellent Infotama Kreasindo ya itu, lama di jalan :-P.

Semuanya berjalan seperti bagaimana semestinya. Saya bangun jam 6 (walaupun tidur lagi sampai jam setengah 7 :-P), siap-siap lalu berangkat dan pulang lagi jam 5 sore dari Bekasi. Tidak ada yang aneh dengan rutinitas baru saya tersebut, namun semuanya berubah sejak pagi ini. Saya baru sadar bahwa rutinitas saya ini bisa menjadi inspirasi kehidupan saya.

Saya ke Bekasi naik bus. Menunggu bis bukan perkara mudah, kebetulan saya naik bis Agra Mas dengan jurusan Bekasi Barat, selain bis tersebut lebih nyaman alasan lain mengapa saya tidak memilih jurusan Bekasi Timur karena jurusan Bekasi Barat lebih cepat :-D. Hari ini sepertinya membuka pikiran saya bahwa bekerja bukan hanya untuk uang, namun bekerjalah untuk jiwamu. Hari ini saya awali bangun jam 6 walaupun lewat setengah jam :-P lalu siap-siap, singkat cerita saya sudah naik angkot dari rumah saya, ketika saya hampir dekat dengan halte, ternyata bis Agra jurusan Bekasi Barat sudah berhenti di halte tersebut dengan percaya diri saya yakin bahwa bis itu akan terkejar. Ternyata tidak, angkot yang saya tumpangi berjalan cukup sangat pelan sehingga bis itupun pergi semakin jauh. Saya turun di halte tersebut dan naik angkot jurusan Cikokol - BSD, sayapun bilang ke supirnya bahwa saya sedang mengejar bis tersebut dengan maksud agar ia agak mempercepat lajunya. Alih-alih menambah lajunya, supir angkot tersebut malah lama sekali jalannya. Sayapun kesal dan meminta berhenti di halte yang lainnya dengan nada agak ketus. Cobaan itu belum usai. Menunggu bis itu bukan perkara mudah, berulang kali saya harus menggelengkan kepala untuk menolak angkot/bis lain yang sudah pasti tidak akan saya naiki, termasuk bis AJA yang jurusan Tangerang - Bekasi. Saya berpikir bahwa nanti juga ada bis Agra dibelakangnya dan perkiraan saya tepat, dari kejauhan terlihat 2 bis merah melaju. Bis yang paling depan adalah bis Murni Jaya dan dibelakangnya bis Agra Mas jurusan Bekasi Timur. Bis Murni Jaya tersebut berhenti tepat didepan saya, lalu saya berjalan agak kebelakang untuk naik Agra yang tepat dibelakangnya, sial benar nasib saya pagi itu, ternyata bis Agra tersebut belok ke kanan untuk menghindari bis Murni Jaya dan melaju cepat. Kesabaran saya mulai habis, ingin sekali saya marah-marah kepada supir Murni Jaya, tapi apa daya itu memang cara mereka mencari nafkah. singkat cerita datanglah bis Agra jurusan Bekasi Barat, dengan tampang gembira dan riang saya menaiki bis tersebut. Sesampainya di pintu tol Tangerang ketika saya mempersiapkan earphone untuk mendengarkan musik, sang supirpun bersuara "maap ibu-ibu, bapak-bapak. Pindah aja yah, koplingnya nyangkut jadi giginya nggak bisa dipindahin". Akhirnya saya turun dan naik bis Agra jurusan Bekasi Timur.

Pada kehidupan nyata. Jika pergi kebekasi dianalogikan sebagai cita-cita saya dan bis yang akan saya naiki adalah kesempatan untuk mencapai cita-cita tersebut. Saya sadar bahwa ada yang salah dengan cara saya menjalani rutinitas tersebut, mari kita tinjau, kesempatan untuk saya sampai kebekasi sudah terbuka 3 kali, yang pertama adalah bis Agra jurusan Bekasi Barat yang tidak dapat saya naiki karena terlalu percaya diri bahwa itu akan terkejar & saya tidak perlu terburu-buru, kedua adalah bis Agra jurusan Bekasi Timur yang pergi meninggalkan saya karena saya salah menggambil keputusan untuk berjalan kearah yang salah dan yang ketiga adalah bis AJA jurusan Bekasi, jika saja saya tidak bersikukuh untuk naik bis Agra, saya pasti dapat datang lebih pagi sampai Bekasi.

Sehingga diperjalanan pulang dari Bekasi saya mencoba introspeksi diri dengan apa yang saya alami hari ini, jangan-jangan kejadian serupa pernah terjadi di keadaan yang lainnya. Untuk itu, selagi ingat apa salahnya kita lakukan secepatnya.

1 komentar: